Berita

Tempat Prostitusi Diduga Berkedok Panti Pijat Hingga Cafe Remang-remang di Cakung Disegel

21
×

Tempat Prostitusi Diduga Berkedok Panti Pijat Hingga Cafe Remang-remang di Cakung Disegel

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

KILASVIRAL.COM, CAKUNG – Sebanyak 30 tempat usaha di Jalan Sejajar Sisi Tol Timur, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur disegel petugas gabungan pada Kamis (23/11/2023) malam.

Puluhan tempat usaha yang disegel meliputi 14 panti pijat diduga menawarkan jasa prostitusi, 13 cafe, dan tiga Lapo tersebut disegel petugas gabungan Satpol PP Jakarta Timur, TNI-Polri.

Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian mengatakan penyegelan tersebut dilakukan berdasar aduan warga dan tokoh lintas agama yang resah dengan keberadaan tempat usaha.

“Mengacu Pasal 48 Perda 8 tahun 2007 keharusan sektor pariwisata memiliki izin, juncto Pasal 44 ayat 4 hutuf abcd pergub 221 tahun 2009,” kata Budhy di Jakarta Timur, Jumat (24/11/2023).

Dalam penyegelan ini jajaran Satpol PP Jakarta Timur juga melibatkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta yang berwenang terkait perizinan panti pijat dan tempat hiburan malam.

Nantinya tim terpadu dari Satpol PP Jakarta Timur serta Sudin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan pelanggaran.

“Penyegelan sebagai bentuk penghentian sementara kegiatan yang akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Budhy menuturkan selama pemeriksaan berlangsung jajaran Satpol PP Jakarta Timur akan melakukan patroli untuk mencegah seluruh tempat usaha yang disegel beroperasi kembali.

Petugas gabungan saat menyegel 30 tempat usaha di Jalan Sejajar Sisi Tol Timur, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (24/11/2023) (Istimewa)

Satpol PP Jakarta Timur juga menyatakan akan berkoordinasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk memastikan apakah 30 tempat usaha yang disegel benar memiliki izin.

“Kalau Satpol itu kan berada di akhir eksekusi jika ada pelanggaran yang memang ada bukti. Makannya kita nanti melakukan pengawasan dengan melibatkan unsur lain,” tuturnya.

Sebelumnya, ribuan warga Kampung Sawah Indah, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur melakukan long march menuntut ditutupnya belasan panti pijat diduga menjadi tempat prostitusi.

Mereka melakukan aksi long march sejauh 1 kilometer pada Minggu (19/11/2023) malam guna meminta Pemkot Jakarta Timur menutup paksa belasan panti pijat dekat permukimannya.

Dalam long march didominasi peserta aksi emak-emak tersebut warga membawa spanduk bertuliskan ‘Kami warga Kampung Indah menolak adanya tempat prostitusi di kampung kami’.

Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *