Berita

Sederet Fasilitas Di Balik Megahnya PLBN Wini, Bisa Sewa Penginapan dengan Harga Murah

22
×

Sederet Fasilitas Di Balik Megahnya PLBN Wini, Bisa Sewa Penginapan dengan Harga Murah

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

KILASVIRAL.COM, TIMOR TENGAH UTARA – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki banyak fasilitas di dalamnya.

Dibangun di atas lahan seluas 5 Hektare, PLBN Wini terdiri dari dua zona yakni zona inti dan penunjang.

Kepala PLBN Wini Don Gaspar mengatakan, zona inti mencakup tempat pelintasan orang, barang, dan kendaraan dari Indonesia ke Timor Leste maupun sebaliknya.

“Di situ terdapat bangunan-bangunan, jalur perlintasan keberangkatan dan kedatangan. Kemudian ada gedung pemeriksaan terpadu, ada carwash tempat pencucian untuk kendaraan dari Timor Leste ke Indonesia, kemudian ada jembatan timbang, kemudian ada gudang sita, ada gedung utilitas, ada cek poin keberangkatan dan kedatangan,” kata Don di PLBN Wini, Jumat (17/11/2023).

Di zona penunjang PLBN Wini, jelas Don Gaspar, terdapat Wisma Indonesia yang dapat disewakan sebagai tempat penginapan bagi masyarakat umum.

“Kalau sewa kamar di Wisma Indonesia itu satu kamar Rp 327 ribu per malam. Sedangkan itu ada empat kamar. Kemudian di gedung serbaguna itu per harinya Rp 1,4 juta sewanya,” terang dia.

Seluruh pendapatan dari penyewaan Wisma Indonesia dan gedung serbaguna masuk dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

PLBN Wini juga memiliki mess untuk pegawai yang bertugas di pos perbatasan ini. Di antaranya yaitu petugas Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), imigrasi, beacukai, dan karantina.

“Ada mess pegawai, ditempati oleh teman-teman yang bekerja di PLBN, terdiri dari pegawai BNPP, imigrasi, beacukai, karantina kesehatan, karantina ikan, dan karantina pertanian,” ujar Don Gaspar.

Don menambahkan, PLBN Wini juga memiliki pasar yang beroperasi setiap Senin. Lokasi pasar itu berdekatan dengan Pantai Wini.

“Kios itu untuk sekarang sudah beroperasi, tapi belum bisa kita pungut retribusinya, sewanya. Sedangkan lapak itu sudah dipungut tarifnya oleh pemda. Kemudian ada food court dan plaza. Plaza itu istilahnya yang ada tulisan Pantai Wini, nah itu bisa disewakan. Tapi untuk sekarang belum kita sewakan,” pungkas dia.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *