Berita

PSI DKI ‘Santuy’ Kadernya Belot dari Ketum Kaesang Blak-blakan Dukung ganjar-Mahfud: Tidak Baper

29
×

PSI DKI ‘Santuy’ Kadernya Belot dari Ketum Kaesang Blak-blakan Dukung ganjar-Mahfud: Tidak Baper

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

KILASVIRAL.COM, GAMBIR – Ketua DPW PSI DKI Jakarta Elva Qolbina mengaku bakal segera memanggil kadernya, William Aditya Sarana yang blak-blakan mendukung Ganjar Pranowo – Mahfud MD di Pilpres 2024 mendatang.

Padahal, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep sudah mendeklarasikan dukung terhadap pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

“Iya, William akan segera kami panggil, kami mau ajak ngopi dulu,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/10/2023).

Elva menyebut, pemanggilan terhadap Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta itu dilakukan untuk meminta keterangan terkait perbedaan pilihan capres ini.

Meski demikian, Elva tak membeberkan lebih lanjut apakah bakal memberikan William sanksi atau tidak.

“Intinya kami melihat perbedaan sebagai hal yang positif dalam demokrasi,” ujarnya.

Ia pun menyebut, PSI DKI tetap menanggapi santai perbedaan pandangan yang terjadi di internal partai berlogo mawar merah tersebut.

“Sesuai dengan arahan mas Ketum, kami akan berpolitik dengan santuy dan tidak baper,” tuturnya.

Blak-blakan Pilih Ganjar-Mahfud MD

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana blak-blakan mendukung Ganjar Pranowo – Mahfud MD di Pilpres 2024 mendatang.

Ia pun mengungkap alasan memilih Ganjar-Mahfud ketimbang Prabowo-Gibran.

“Pertama, Ganjar itu nasionalis sejati dan tidak pernah terasosiasi dengan kelompok radikal dalam karier politiknya,” ucapnya.

Pasangan capres dan cawapres, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, di Tugu Proklamasi, saat hendak mendaftar ke KPU, Kamis (19/10/2023). (Tangkap layar YouTube KompasTV via Tribunnews)

Anggota legislatif termuda di Parlemen Kebon Sirih ini juga menilai Mahfud MD sebagai sosok yang berani menegakkan keadilan di Indonesia.

“Mahfud bak pendekar hukum, nyalinya cukup untuk memberantas korupsi di Indonesia,” ujarnya.

Meski beda pendapat dengan partainya, William menegaskan PSI tetap solid dan tidak ada perpecahan di internal partai.

“Tidak ada perpecahan di PSI,” kata dia.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *