Berita

Oknum Paspampres Hanya Diam Ketika Imam Masykur Keluhkan Kondisi Jantung Usai Dianiaya

25
×

Oknum Paspampres Hanya Diam Ketika Imam Masykur Keluhkan Kondisi Jantung Usai Dianiaya

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

KILASVIRAL.COM, CAKUNG – Imam Masykur, korban pembunuhan berencana tiga oknum anggota TNI sempat mengeluhkan kondisi jantungnya beberapa saat sebelum meninggal.

Pemuda asal Bireuen, Aceh tersebut mengeluhkan kondisi jantungnya usai diculik dan dianiaya di dalam mobil oleh ketiga oknum TNI pada 12 Agustus 2023 malam lalu.

Kala itu Imam yang diborgol, dipukuli, ditendang, dan dicambuk menggunakan kabel listrik mengaku kepada ketiga pelaku bahwa detak jantungnya berdetak kencang.

Keluhan tersebut disampaikan kepada Praka Riswandi Manik anggota Paspampres, Praka Heri Sandi anggota Direktorat Topografi TNI AD, dan Praka Jasmowir anggota Kodam Iskandar Muda.

“Bang jantungku berdetak kencang. Tidak lama saudara Imam Masykur sesak napas dan terdengar ngorok dan meronta,” kata Oditur Militer Letkol Chk Upen Jaya Supena menurunkan ucapan Imam, Senin (30/10/2023).

Beberapa saat setelah mengeluh dan meronta tersebut tubuh Imam terbujur, namun ketiga terdakwa justru terdiam tanpa berupaya memberikan pertolongan kepada korban.

Praka Riswandi Manik justru meminta Khaidar, seorang pedagang obat ilegal yang juga mereka culik dari kawasan Condet, Jakarta Timur untuk memeriksa kondisi Imam Masykur.

“Terdakwa III meminta saksi dua mengecek kondisi saudara Imam Masykur dengan berkata, coba kau lihat dulu temanmu masih ada napas atau tidak,” ujar Upen menirukan ucapan Manik.

Upen menuturkan Khaidar yang hendak diperas oleh ketiga terdakwa menyampaikan bahwa Imam Masykur sudah tidak bernapas, namun para terdakwa tidak percaya.

Praka Riswandi Manik menyebut bila Khaidar yang diculik dari kawasan Condet, Jakarta Timur itu tak menyerahkan uang nasibnya akan berakhir sama dengan Imam Masykur.

“Kau mau kayak begitu, aku buat pingsan,” tutur Upen menirukan ucapan Manik kepada Khaidar saat kejadian.

Para terdakwa baru panik saat Praka Heri Sandi dan Praka Jasmowir berupaya memastikan kondisi Imam dengan memeriksa denyut nadi dan mendapati tubuh korban sudah dingin.

Sadar Imam meninggal ketiga terdakwa memindahkan jasad korban ke bagian bagasi mobil, lalu menurunkan Khaidar di tepi ruastol Kecamatan Cimanggis, Depok untuk menghilangkan saksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *