Berita

Memilukan, UNICEF Sebut Setiap Harinya Ada Ratusan Anak Terbunuh atau Terluka di Gaza

58
×

Memilukan, UNICEF Sebut Setiap Harinya Ada Ratusan Anak Terbunuh atau Terluka di Gaza

Share this article

KILASVIRAL.COM, JALUR GAZA – Perang Israel-Hamas mengakibatkan banyak korban berjatuhan, tak terkecuali anak-anak.

Situasi kemanusiaan di wilayah itu pun memburuk.

Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, mengatakan lebih dari 420 anak terbunuh atau terluka di Jalur Gaza setiap harinya pada Senin (30/10/2023).

“Dampak sebenarnya dari eskalasi terbaru ini akan diukur pada kehidupan anak-anak,” kata Dewan Keamanan PBB seperti dikutip Kompas.com.

Russell melanjutkan setidaknya 37 anak dilaporkan terbunuh di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Ada lebih dari 30 anak-anak Israel yang dilaporkan tewas serta setidaknya 20 anak masih disandera di Jalur Gaza. Nasib mereka belum diketahui secara pasti.

“Situasinya semakin memburuk dari waktu ke waktu. Dan tanpa diakhirinya permusuhan, saya khawatir akan nasib anak-anak di wilayah ini,” ungkap Russell memperingatkan, dikutip dari Al Jazeera.

Dia meminta Dewan Keamanan PBB untuk “segera” mengadopsi resolusi yang menyerukan gencatan senjata, menuntut para pihak memberikan akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan, serta menuntut pembebasan segera dan aman semua anak yang diculik.

Sebelumnya, organisasi non-pemerintah Save the Children pada Minggu (29/10/2023) melaporkan, selama tiga minggu perang Israel-Hamas, jumlah anak-anak yang tewas di Gaza melampaui total dari konflik di seluruh dunia sejak 2019.

Angka yang dirilis Save the Children merujuk ke data otoritas kesehatan Palestina, menunjukkan setidaknya 3.324 anak tewas di Gaza sejak 7 Oktober 2023, sedangkan di Tepi Barat 36 anak terenggut nyawanya.

Menurut laporan Sekretaris Jenderal PBB tentang anak-anak dan konflik bersenjata, total 2.985 anak tewas di 24 negara pada 2022, kemudian 2.515 anak terbunuh pada 2021, dan 2.674 anak kehilangan nyawanya pada 2020 di 22 negara.

“Kematian satu anak saja sudah banyak, dan ini pelanggaran berat yang sangat besar,” kata Jason Lee, direktur Save the Children untuk wilayah Palestina yang diduduki Israel tersebut.

“Anak-anak harus selalui dilindungi, terutama ketika mereka menyelamatkan diri di sekolah dan rumah sakit,” lanjutnya.

Meski jumlah korban jiwa di Gaza sudah begitu banyak, Israel tampak terus melanjutkan operasi darat yang diperluas di kantong Palestina tersebut. Pengeboman udara besar-besaran mereka terus berlanjut.

PM Israel Benjamin Netanyahu pun telah menyatakan menolak gencatan senjata di Gaza.

Dia mengatakan pada Senin, bahwa gencatan senjata dalam perang Israel melawan Hamas tidak akan terjadi.

Dalam sebuah pengarahan kepada media asing, Netanyahu menyampaikan, gencatan senjata sama saja dengan menyerah kepada Hamas.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *