Berita

Melihat Perlintasan Liar Perbatasan RI-PNG, Akses Lintasan Narkoba Hingga Jalur Ilegal Lukas Enembe

20
×

Melihat Perlintasan Liar Perbatasan RI-PNG, Akses Lintasan Narkoba Hingga Jalur Ilegal Lukas Enembe

Share this article

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

KILASVIRAL.COM, JAYAPURA – Perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini (PNG) di Kampung Skouw Yambe, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura memiliki jalur perlintasan liar.

Jalur perlintasan tersebut berlokasi dekat dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, kerap menjadi akses penyelundupan narkoba hingga jadi jalur ilegal eks Gubernur Papua Lukas Enembe pelesiran ke PNG.

TribunJakarta.com berhasil melihat langsung perlintasan liar tersebut, lokasinya berada di sebelah selatan dari gerbang PLBN Skouw.

Perlintasan ini memiliki kontur jalan tanah yang sudah dikeraskan dengan batu, berada di perbukitan dengan belantara pepohonan.

Sekitar kurang lebih 200 meter dari pintu masuknya, terapat pos terbuat dari bangunan kayu dengan tulisan ojek.

Pos ini rupanya milik Satgas Pengamanan Perbatasan, tetapi jarang dihuni personel dan justru digunakan pengemudi ojek pangkalan yang siap mengantar melintasi perbatasan.

Palang perlintasan ilegal di dekat PLBN Skouw, jalur ini kerap digunakan pelintas menyelundup barang terlarang sampai jadi akses eks Gubernur Papua Lukas Enembe pelesiran ke PNG. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Tidak jauh dari pos tersebut, terdapat gerbang penutup yang dibangun untuk membatasi pelintas yang keluar atau masuk secara ilegal ke perbatasan.

Dikutip dari Tribun-Papua.com, eks Gubernur Papua Lukas Enembe melintas ke PNG tanpa membawa dokumen keimigrasian pada Rabu (31/3/2021).

Lukas melintas melalui jalur perlintasan liar atau tidak resmi.

Dia menggunakan ojek menuju kampung Wutung, PNG.

“Saya naik ojek dari dekat batas sini dengan masyarakat ke PNG pada Rabu (31/3/2021) ke perbatasan di dekat pasar RI-PNG,” kata Lukas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Jumat (2/4/2021).

Dia selanjutnya dideportasi oleh pemerintah PNG, dia mengakui kesalahannya karena melintas secara ilegal dengan alasan untuk berobat.

“Saya mengaku salah, Ilegal. Saya pergi untuk berobat, saya ingin mau sehat, saya naik ojek ke sana,” ucapannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *