Berita

Kisah Penyintas Krisis Timor Timur 1999, Kini Ketiban Berkah Imbas Pembangunan PLBN Wini

21
×

Kisah Penyintas Krisis Timor Timur 1999, Kini Ketiban Berkah Imbas Pembangunan PLBN Wini

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

KILASVIRAL.COM, TIMOR TENGAH UTARA – Masih ingat dalam benak Daniel Keno (46) betapa mencekamnya situasi di Timor Timur pada 1999 silam.

Ketika itu Daniel masih berusia 22 tahun. 

Sebagai pemuda biasa yang tinggal di desa, Daniel tak bisa berbuat apa-apa selain menyelamatkan diri saat krisis Timor Timur.

“Saya sejak lahir sudah di sini, besar di sini,” kata Daniel di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Kamis (16/11/2023).

Daniel dan beberapa orang lainnya juga membantu warga Timor Timur yang ingin mengungsi dan membutuhkan bantuan.

“Kejadian ini, ya memang begitulah situasi lagi memanas. Kalau kita masyarakat kecil, kita hanya bisa membantu paling hanya terima masyarakat yang mengungsi saat itu,” ujar dia.

Bagi Daniel sendiri, krisis Timor Timur membuatnya harus terpisah dengan sang kakak. Daniel biasa memanggilnya dengan sebutan kakak nona.

Daniel memilih tetap berada di Indonesia, sedangkan kakak kandungnya menjadi warga negara (WN) Timor Leste.

Di sisi lain, istri Daniel yang semula tinggal di Distrik Oekusi, Timor Leste, kini sudah resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI).

“Saudara kakak nona, kakak kandung ya, di Oekusi. Suaminya kan orang Oekusi di Timor Leste,” ujar dia.

Oktaviana Okait (43), warga Desa Wini, Timor Tengah Utara, saat diwawancarai Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini, Nusa Tenggara Timur, Kamis (16/11/2023).

Cerita serupa diutarakan Oktaviana Akoit (43), pemilik warung makan di dekat PLBN Wini.

Saat krisis Timor Timur 1999, Oktaviana baru saja menamatkan pendidikan jenjang SMP dan hendak melanjutkan ke tingkat SMA.

“Yang 1999 itu saya baru tamat sekolah SMP. 1998 Mama tamat SMP. Habis itu kan 1999 masuk SMA. Tapi, sudah hamil laki-laki besar (anak pertama),” ucap Oktaviana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *