Berita

Ketua Fraksi PKS Tegaskan Palestina Merdeka Jadi Solusi Tepat Perdamaian

21
×

Ketua Fraksi PKS Tegaskan Palestina Merdeka Jadi Solusi Tepat Perdamaian

Share this article

TRIBUJAKARTA.COM – Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini mendorong negara-negara yang memiliki hati nurani untuk kemerdekaan Palestina.

Ia menilai kemerdekaan Palestina merupakan satu-satunya solusi terkait persoalan saat ini. Dimana, hal tersebut merupakan jalan keluar dari penjajahan Israel atas Palestina ialah mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat di atas tanahnya sendiri. 

“Solusi yang paling tepat dari semua hal yang terjadi saat ini ialah Palestina merdeka,” ujar Jazuli Juwaini.

Anggota Komisi I DPR itu mengungkapkan permasalahan Palestina menuntut tanggung jawab kemanusiaan dunia.

Ia berharap Pemerintah Indonesia serta negara-negara tetangga Palestina khususnya yang berpenduduk mayoritas Islam menuntut Israel untuk segera menghentikan agresi.

“Yang pasti, menuntut solusi perdamaian yang paling utama, yakni memastikan kemerdekaan bangsa dan negara Palestina,” katanya.

Jazuli menyampaikan solusi tersebut dalam Webinar Internasional tentang Palestina bertajuk “Stop Genosida Israel di Gaza” yang digelar oleh Fraksi PKS DPR RI pada Selasa (21/11/2023). 

Acara dibuka oleh Ketua Majelis Syura PKS yang juga merupakan Ketua Persatuan Ulama Dunia Habib Dr. Salim Segaf Aljifri, dengan narasumber Ketua Kaukus Parlemen Malaysia Untuk Palestina Syed Ibrahim Syed Noh, Ketua Forum Demokrasi dan Keadilan Istanbul Dr. Azzam Ayoubi, dan Ketua Kaukus Palestina DPR RI Dr. Sahrul Aidi Maazat.

Selain itu, Jazuli menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus berbuat dalam rangka membantu dan mendukung perjuangan rakyat di Gaza, Palestina. 

“Fraksi PKS yang merupakan salah satu komponen bangsa Indonesia, yang menyadari sepenuhnya tentang amanat konstitusi. Salah satunya berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Jazuli meminta semua pihak untuk terus menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Demi melindungi kemanusiaannya manusia, demi melindungi anak-anak, demi melindungi kaum perempuan, demi melindungi kaum lansia, dan demi melindungi rakyat sipil yang ada di Gaza dan Palestina,” katanya.

Jazuli pun mengungkit kondisi Israel saat masih berstatus pengungsi di Palestina pada masa lampau.

“Bangsa Israel di tahun 1948 hanya 3 persen dari populasi. Mereka hanyalah menumpang hidup di Palestina. Israel sebagai tamu seharusnya tahu diri, bukan malah merebut tanah Palestina”, ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *