Berita

Kecam Kebijakan Pj Gubernur Heru Budi, B2W Cabut Predikat Jakarta sebagai Kota Ramah Sepeda

29
×

Kecam Kebijakan Pj Gubernur Heru Budi, B2W Cabut Predikat Jakarta sebagai Kota Ramah Sepeda

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

KILASVIRAL.COM, GAMBIR – Komunitas Bike to Work (B2W) mencabut predikat Jakarta sebagai kota ramah sepeda.

Sebagai informasi, predikat itu sebelumnya diberikan komunitas B2W pada 2021 lalu lantaran Jakarta dinilai mempunyai sistem pembangunan tata kota berbasis keamanan, keselamatan, dan kenyamanan untuk pesepeda.

“Per hari ini, Selasa 7 November 2023, anugerah tersebut kami cabut kembali dan menyatakan Kota Jakarta gugur mendapat predikat sebagai Kota Ramah Sepeda,” ucap Ketua B2W Fahmi Saimima dalam keterangan tertulis, Selasa (7/11/2023).

Fahmi beralasan, pencabutan predikat tersebut dilakukan lantaran kebijakan yang diambil Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono dinilai bertentangan dengan semangat penyematan predikat Kota Ramah Sepeda.

Hal ini bisa dilihat dari kebijakan Heru Budi yang membongkar jalur sepeda terproteksi dengan mengganti cone pembatas jalan dengan marka jalan mata kucing.

Belum lagi, minimnya alokasi anggaran untuk meneruskan program pembuatan jalur sepeda yang masif dilakukan di era Gubernur Anies Baswedan.

“Kami berpandangan tidaklah baik dan hanya akan jadi lelucon yang tidak lucu jika mempertahankan penghargaan itu. Sedangkan, kondisi nyatanya, saat ini sangat jauh dari apa yang dinilai baik ketika penghargaan itu diberikan,” ujarnya.

Ia menerangkan, predikat Kota Ramah Sepeda sebelumnya diberikan lantaran Jakarta saat dipimpin Gubernur Anies Baswedan menjadi satu-satunya kota yang berani mengeluarkan regulasi khusus tentang penyediaan jalur sepeda.

Regulasi itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 128 tahun 2019 dan Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Nomor 36 terkait Pengembangan Prasarana dan Sarana Sepeda.

Pemprov DKI juga menginisiasi gerakan Jakarta Ramah Sepeda untuk mengajak masyarakat menjadikan sepeda sebagai alternatif alat transportasi.

“Bahkan, berani menargetkan pembangunan jalur sepeda sepanjang 500 kilometer di seluruh Kota Jakarta,” kata dia.

Keseriusan Anies saat itu dibuktikan dengan penyediaan anggaran senilai ratusan miliar untuk membuat jalur sepeda sejak 2019.

“Yang menyakinkan kami saat itu sudah tersedia anggaran Rp119 miliar dalam rentang waktu tiga tahun untuk mewujudkan Kota Ramah Sepeda,” tuturnya.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *