Berita

Dinkes DKI: ‘Vaksinasi Cacar Monyet Pada Dasarnya Tidak Diberikan Kepada Semua Orang’

20
×

Dinkes DKI: ‘Vaksinasi Cacar Monyet Pada Dasarnya Tidak Diberikan Kepada Semua Orang’

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

KILASVIRAL.COM, GAMBIR – Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati memastikan ketersediaan vaksin monkeypox atau cacar monyet masih mencukupi.

Sebab, vaksin cacar monyet tak akan diberikan kepada semua warga Jakarta.

“Karena vaksinasi cacar monyet pada dasarnya tidak diberikan kepada semua orang, hanya diberikan kepada orang-orang yang memiliki risiko tertinggi tertular,” ucapnya saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2023).

Ani menjelaskan, kelompok rentan yang dimaksud ialah setiap orang yang melakukan kontak erat dengan pasien cacar monyet.

Oleh karena itu, bila ditemukan kasus cacar monyet, petugas Dinkes DKI bakal langsung melakukan tracing atau penelusuran terhadap kontak erat.

“Kami terus melakukan monitor, melakukan kewaspadaan terhadap kelompok yang kemungkinan memiliki risiko tertular, yaitu kontak erat dari penderita,” ujarnya.

“Kami mulai tracing dari situ,” tambahnya menjelaskan.

Untuk mencegah kontak erat turut terpapar cacar monyet, maka Dinkes DKI bakal langsung memberikannya vaksin.

Setiap orang bakal mendapat dua dosis vaksin dengan rentang waktu empat minggu.

Oleh karena itu, Dinkes DKI tak memasang target jumlah warga yang akan mendapat vaksinasi cacar monyet.

Apalagi, ketersediaan vaksin cacar monyet masih sangat bergantung pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Jadi kami hanya menerima saja,” kata anak buah Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono ini.

Sampai dengan 2 November 2023 kemarin, Dinkes DKI mencatat, vaksin cacar monyet sudah diberikan kepada 492 orang.

Adapun hingga kemarin jumlah kasus cacar monyet di DKI Jakarta mencapai 27 kasus dengan satu diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

Sedangkan, 26 pasien lainnya masih diisolasi di sejumlah fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta.

Dari jumlah tersebut, seluruh pasien pasien berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 25 tahun sampai 50 tahun.

Seluruhnya mengalami gejala ringan dan terpapar dari kontak seksual.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *