Berita

Didampingi LPSK, Ibu dan Adik Imam Masykur Bersaksi di Sidang Pembunuhan oleh Oknum Paspampres

26
×

Didampingi LPSK, Ibu dan Adik Imam Masykur Bersaksi di Sidang Pembunuhan oleh Oknum Paspampres

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

KILASVIRAL.COM, CAKUNG – Fauziah, ibunda dan Fakrulrazi, adik dari Imam Masykur yang menjadi korban pembunuhan berencana tiga oknum anggota TNI akan menjadi saksi pada sidang di Pengadilan Militer II-08.

Mereka dihadirkan sebagai saksi dari pihak Oditur Militer selaku penuntut umum dalam peradilan militer guna membuktikan dakwaan terhadap ketiga terdakwa pada sidang Kamis (2/11/2023) siang.

Terdakwa yakni Praka Riswandi Manik oknum anggota Paspampres, Praka Heri Sandi anggota Direktorat Topografi TNI AD, dan Praka Jasmowir anggota dari Kodam Iskandar Muda.

Kepala Oditurat Militer II-07 Jakarta, Kolonel Kum Riswandono Hariyadi mengatakan ibunda dan adik Imam Masykur hadir ditemani petugas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Ada dua personel LPSK yang mendampingi ibu korban Imam Masykur. Fakrulrazi adiknya Imam Masykur juga hadir,” kata Riswandono di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (2/11/2023).

Pendampingan dari LPSK tersebut karena ibu dan adik Imam Masykur merupakan saksi dalam kasus pembunuhan berencana, dan sebelumnya sempat diperiksa penyidik Pomdam Jaya.

Diharapkan dengan pendampingan dari LPSK para ibunda dan adik Imam Masykur tidak ragu memberi kesaksian terkait kasus pembunuhan berencana yang terjadi pada 12 Agustus 2023 lalu.

“Alhamdulillah (ibunda dan adik Imam Masykur) mulai Selasa (31/10) kalau tidak salah sudah di Jakarta. Nanti saksi akan diperiksa satu per satu, persidangan ini terbuka untuk umum,” ujarnya.

Riswandono menuturkan pada sidang hari ini pihaknya menjadwalkan menghadirkan lima orang saksi termasuk ibunda dan adik Imam Masykur sebagai saksi ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

Yakni Briptu Toni Widya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan Khaidar, pedagang obat ilegal yang sempat diculik dan dianiaya ketiga terdakwa pada 12 Agustus 2023 lalu.

Namun Briptu Toni Widya menyatakan batal hadir menjadi saksi di karena sedang menjalankan tugas melakukan penangkapan tersangka, sementara Khaidar dapat hadir.

“Saksi yang belum hadir satu, dalam perjalanan. Saudara Said Sulaiman, nanti ketika sudah lengkap akan kita mulai persidangan. Dari pihak persidangan sudah siap,” tuturnya.

Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *