Berita

Detik-detik WNA Ditangkap Saat Main Bola di PIK, Buronan Polisi China yang Jadi Penyelundup Manusia

21
×

Detik-detik WNA Ditangkap Saat Main Bola di PIK, Buronan Polisi China yang Jadi Penyelundup Manusia

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

KILASVIRAL.COM, KELAPA GADING – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara membekuk sejumlah warga negara asing (WNA) asal China yang berbuat kriminal di negaranya sendiri.

Tujuh WNA China yang diamankan ini merupakan buronan kepolisian Republik Rakyat China.

Mereka telah bersembunyi di Indonesia selama beberapa waktu sebelum akhirnya diamankan.

Berdasarkan rekaman video amatir milik petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara, salah satu WNA ditangkap ketika sedang bermain sepak bola.

Yang bersangkutan ialah XY, seorang WNA China berusia 52 tahun yang terlibat kasus penyelundupan orang di negaranya.

XY yang sedang bersiap di luar lapangan sepak bola di kawasan PIK, Penjaringan, Jakarta Utara pada 14 Oktober 2023 lalu hanya bisa terbengong saat didatangi petugas imigrasi.

Petugas berpakaian bebas lalu memastikan apakah XY orang yang dicari-cari selama ini, dan yang bersangkutan mengakuinya.

XY yang masih mengenakan baju dan celana serta sepatu bola pun dijemput petugas dan dimasukkan ke dalam kendaraan operasional untuk selanjutnya digiring ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara.

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta Sandi Andaryadi mengatakan, XY termasuk satu dari total tujuh WNA China yang diamankan petugas dalam kurun waktu sebulan belakangan.

“Mereka merupakan DPO dari pemerintah atau otoritas yang berwenang di Tionghoa,” ucap Sandi di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara, Senin (20/11/2023).

Sandi mengatakan, dari tujuh orang yang ditangkap, dua di antaranya termasuk XY sudah dideportasi.

Sementara lima lainnya secara bertahap juga akan dideportasi.

“Ini yang kita tampilkan tinggal lima, karena yang dua itu sudah dideportasi,” sambungnya.

Pendeportasian terhadap ketujuh WNA China ini dilakukan karena mereka telah melanggar Pasal 75 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *