Berita

Butuh Biaya Kembangkan Shelter, Susana Somali Pendiri Pejaten Shelter Berniat Jual Rumah Di Bandung

19
×

Butuh Biaya Kembangkan Shelter, Susana Somali Pendiri Pejaten Shelter Berniat Jual Rumah Di Bandung

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

KILASVIRAL.COM – Siapa yang tak mengenal sosok dr. Susana Somali, pendiri Pejaten Shelter atau dikenal penampungan anjing terbuang di seluruh DKI Jakarta. 

Adapun Pejaten Shelter sudah berdiri sejak 2009 lalu. Selama lebih dari satu dekade berdiri, Pejaten Shelter sudah merawat lebih dari 2.000 anjing yang terbuang. Bahkan saat ini tak hanya anjing, kucing dan monyet pun terkadang diterima oleh pejaten shelter ini. 

Hampir selama 14 tahun ini Susana Somali atau yang biasa dipanggil Doksus (dokter Susana) membiayai shelter miliknya tanpa bantuan pemerintah. 

“Saat ini ada sekitar 2000-an anjing yang berada di shelter. Untuk biaya makan, vaksin dan steril dan para penjaga tentunya membutuhkan dana yang besar. Jika satu anjing saja bisa mencapai Rp350ribu perbulan maka dikalikan 2000 anjing itu adalah jumlah yang harus dikeluarkan tiap bulan,” kata Doksus dalam perbincangannya. 

Dia juga mengatakan, selain dana pribadi, ia juga mendapatkan bantuan dari donatur tetap dan beberapa pemerhati hewan, khususnya anjing, untuk operasional shelter.

“Terima kasih kepada para pecinta hewan yang sudah mau berpartisipasi demi berjalannya Pejaten Shelter ini,” 

Ia menjelaskan, tak hanya di Pejaten, shelter miliknya juga ada di Bandung, Jawa Barat. Bahkan saat ini dirinya berencana untuk membangun shelter di wilayah Bogor, Jawa Barat, karena pihaknya saat ini tengah bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan di Institut Pertanian Bogor. 

“Kerja sama memang sudah terjadi dengan FKH IPB namun kurang maksimal karena lokasinya yang sangat berjauhan,” tegasnya. 

Oleh karena itulah dirinya berencana untuk mengorbankan salah satu aset rumahnya di wilayah Kapten Tendean, Bandung. “Tanah rumah yang saya jual seluas hampir 1500 Meter dan saya jual dengan harga Rp37,5Miliar,” jelas Doksus. 

Lebih lanjut dia mengatakan, jika rumah itu dapat segera terjual. Dirinya akan segera mencari lokasi di Bogor yang dekat dengan FKH IPB agar kerja sama yang berjalan dapat berjalan dengan maksimal. 

“Kalau ada 1 shelter di Bogor yang berdekatan dengan FKH IPB tentunya itu akan sangat membantu sekali. Khususnya perhatian kesehatan bagi anjing yang berada di shelter,” tutupnya.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *