Berita

Buruh Komentari Penetapan UMP DKI Jakarta Jadi Rp 5,06 Juta: Kecewa Berat, Jauh dari Harapan

24
×

Buruh Komentari Penetapan UMP DKI Jakarta Jadi Rp 5,06 Juta: Kecewa Berat, Jauh dari Harapan

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

KILASVIRAL.COM, KELAPA GADING – Kaum buruh menanggapi kenaikan upah minimun provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2024 yang baru saja ditetapkan Pemprov DKI Jakarta.

Kenaikan sebesar Rp 165.583 dianggap masih jauh dari harapan, sehingga buruh pun kecewa.

Kekecewaan ini salah satunya dilontarkan Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) DKI Jakarta, Alson Naibaho.

Alson mengaku sudah memprediksi bahwa kenaikan UMP DKI Jakarta bakal tidak sesuai kemauan kaum buruh.

“Kalau kita sih sebenarnya sudah prediksi lah ya, dari awal ketika kita kemarin aksi, lalu juga kita berkomunikasi dengan kawan-kawan dewan pengupahan, bahwa pada akhirnya kan pemerintah memang mengeluarkan itu,” ucap Alson saat dihubungi TribunJakarta.com, Selasa (21/11/2023).

Menurut Alson, dalam beberapa kali aksi unjuk rasa, buruh menuntut kenaikan sebesar 15 persen atau jika dinominalkan di Jakarta mencapai Rp 5.637.068.

Namun, kenyataannya memang keputusan dari Pemprov yang saat ini dipimpin Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono tidak sesuai harapan.

Alson menganggap Heru Budi tidak berani mengambil risiko karena jabatannya merupakan penunjukan dari pemerintah pusat.

“Kalau saya kayaknya seperti tanggal 16 kemarin kita aksi itu kan kita menuntut keberanian gubernur untuk mengambil sebuah sikap untuk tidak menggunakan PP 51 tahun 2023, walaupun di sisi lain saya sudah bilang ini gubernur tidak berani karena PJ itu kan titipan pusat, tidak berani mengambil risiko dengan mengorbankan jabatannya,” paparnya.

Mewakili para buruh, Alson pun mengaku sangat kecewa atas penetapan UMP hari ini.

Nominal yang baru saja ditetapkan masih sangat jauh dari harapan kaum buruh, yang menurutnya di tengah perkembangan jaman sudah memiliki kebutuhan primer lainnya, seperti kebutuhan akan internet.

Pertimbangkan ini berdasarkan survei lapangan tentang kebutuhan hidup layak yang dijalankan Alson dan rekan-rekannya sesama buruh dengan menjabarkan 60 komponen.

“Secara garis besar kita kecewa betul dengan kenaikan Rp 165 ribu ini di tahun-tahun seperti ini,” ucap dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *