Berita

Buat Warga Tak Bersalah Koma, Remaja Pelaku Tawuran di Matraman Ingin Terlihat Keren

64
×

Buat Warga Tak Bersalah Koma, Remaja Pelaku Tawuran di Matraman Ingin Terlihat Keren

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

KILASVIRAL.COM, MATRAMAN – Tawuran dua kelompok remaja di Jalan Kayu Manis VIl, Gang Sengon, Matraman, Jakarta Timur pada Minggu (12/11/2023) pukul 01.30 WIB dipicu hanya karena ingin dianggap keren.

Kapolsek Matraman Kompol Mobri Cardo mengatakan berdasar hasil penyidikan tawuran tersebut dipicu karena masing-masing kelompok ingin menunjukkan kemampuan mereka.

Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan tiga pelaku yang diamankan, yakni pemuda berinisial MAS (18), MR (19), dan IM (17) yang diamankan karena mengeroyok seorang warga tak bersalah.

“Motifnya saling ejek. Menunujukkan bahwa kelompok mereka ini yang paling hebat (dalam berkelahi),” kata Mobri di Matraman, Jakarta Timur, Senin (20/11/2023).

Sebelum melakukan aksinya para pelaku yang berasal dari kelompok wilayah Palmeriam dan Kayu Manis ini sudah terlebih dahulu membuat janji melakukan tawuran.

Mereka menentukan lokasi tawuran melalui pesan aplikasi WhatsApp, sehingga saat kejadian masing-masing kelompok datang membawa senjata untuk saling serang.

“Kalau dari hasil penyelidikan kami mereka (kelompok Palmeriam dan Kayu Manis) baru tawuran satu kali. Untuk ketiga pelaku yang diamankan dari kelompok Palmeriam,” ujarnya.

Kapolsek Matraman Kompol Mobri Cardo dan Kanit Reskrim Polsek Matraman Iptu Mochamad Zen saat menunjukkan barang bukti kasus pengeroyokan Andriano (29), Jakarta Timur, Senin (20/11/2023). (TribunJakarta.com)

Mobri menuturkan ketiga pelaku diamankan karena saat kejadian mengeroyok seorang warga tak bersalah, Andriano (29) yang hendak membubarkan aksi tawuran.

Tersangka MAS berperan memukul bagian kepala korban menggunakan sebilah batang bambu, sementara MR dan IM melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong.

Atas perbuatannya ketiga pemuda tersebut sudah ditahan dan disangkakan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

“Untuk upaya pencegahan kami imbau kepedulian orangtua dan warga agar selalu ingatkan anak-anak tidak keluar malam. Harus peduli, berani lakukan pengecekan dan handphone anak,” tuturnya.

Jajaran Polsek Matraman juga menyatakan akan meningkatkan patroli di lokasi rawan guna mencegah kejahatan jalanan, di antaranya tawuran dan pencurian disertai kekerasan.

Kanit Reskrim Polsek Matraman, Iptu Mochmad Zen menuturkan usai kasus tawuran antara kelompok Palmeriam dengan Kayu Manis pun pihaknya melakukan penjagaan di lokasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *