Berita

Banjir 2,3 Meter, Warga Cawang Pertanyakan Efektivitas Proyek Sodetan Kali Ciliwung

23
×

Banjir 2,3 Meter, Warga Cawang Pertanyakan Efektivitas Proyek Sodetan Kali Ciliwung

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

KILASVIRAL.COM, KRAMAT JATI – Warga RW 03, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur mempertanyakan efektivitas proyek Sodetan Kali Ciliwung di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara.

Pasalnya setelah proyek senilai Rp1,2 triliun yang diresmikan pada bulan Juli 2023 lalu, hingga kini permukiman warga RW 03 Cawang masih terendam banjir luapan Kali Ciliwung.

Pada Minggu (5/11/2023) sebanyak tiga Rukun Tetangga (RT) di RW 03 Kelurahan Cawang terendam banjir dengan ketinggian berkisar 1,8 meter hingga dua meter akibat luapan Kali Ciliwung.

Warga RW 03, Sarinah (66) mengatakan ketinggian banjir yang mencapai lebih dari dua meter ini di luar perkiraan warga karena sebelumnya debit air Kali Ciliwung surut terdampak kemarau.

“Katanya proyek itu (Sodetan Kali Ciliwung) bisa mengurangi banjir, tapi ini masih banjir besar. Sampai lebih dari dua meter,” kata Sarinah di Jakarta Timur, Minggu (5/11/2023).

Dia mengakui bila permukiman warga RW 03 Kelurahan Cawang setiap tahun saat musim hujan melanda memang kerap terdampak banjir karena posisinya berada dekat aliran Kali Ciliwung.

Pada Sabtu (4/11/2023) malam tinggi muka air di Bendungan Katulampa Bogor dan Pos Pantau Depok pun sempat berstatus siaga 3 karena tingginya intensitas curah hujan.

Namun dengan status siaga 3 tersebut menurutnya ketinggian banjir luapan Kali Ciliwung di RW 03 Kelurahan Cawang seharusnya hanya berkisar di kedalaman sekitar 1 meter saja.

Sehingga dia mempertanyakan efektivitas Sodetan Kali Ciliwung yang disebut dapat mengurangi dan mengendalikan banjir dengan mengalihkan debit air ke aliran Kanal Banjir Timur (KBT).

“Kirain enggak setinggi ini, ternyata di luar perkiraan. Saya saja enggak bisa selamatkan kasur dan barang-barang. Banyak warga yang enggak sempat menyelamatkan barang,” ujar Sarinah.

Meski tidak ada warga RW 03 yang mengungsi akibat banjir, tapi Sarinah kecewa dengan janji pemerintah bahwa proyek Sodetan Kali Ciliwung dapat mengurangi banjir.

Banjir di permukiman RW 03 baru berangsur surut pada Minggu siang, namun hingga 14.00 WIB saja ketinggian masih mencapai 1,5 meter sehingga warga belum dapat beraktivitas normal.

“Bantuan makanan (siap saji) juga belum ada sampai sekarang. Ini saja kita harus beli makan sendiri, mau ke rumah takut ada ular. Karena kalau banjir ular pada naik,” tutur Sarinah.

Berdasar data Kelurahan Cawang pada Minggu (5/11/2023) tercatat ada tiga RW yang terdampak banjir banjir luapan Kali Ciliwung akibat debit air kiriman dari Bogor dan Depok.

Lurah Cawang, Didik Diarjo mengatakan permukiman warganya di wilayah RT 09, RT 11/RW 05 terdampak banjir luapan Kali Ciliwung dengan ketinggian berkisar 2 Meter.

“Di RW 08 wilayah RT 01, RT 02 dengan ketinggian 30 sentimeter. RT 04 ketinggian 120 sentimeter, RT 05 80 sentimeter, RT 06 120 sentimeter, RT 08 50 sentimeter, RT 09 20 sentimeter,” kata Didik.

Tidak ada warga Kelurahan Cawang yang mengungsi akibat banjir, sementara untuk bantuan nasi boks nantinya akan didistribusikan sebanyak 700 boks dari Sudin Sosial Jakarta Timur.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *