Berita

Alasan B2W Cabut Predikat Jakarta Kota Ramah Sepeda: Pemprov DKI Lakukan Malapraktik Tata Kelola

25
×

Alasan B2W Cabut Predikat Jakarta Kota Ramah Sepeda: Pemprov DKI Lakukan Malapraktik Tata Kelola

Share this article

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

KILASVIRAL.COM, GAMBIR – Komunitas Bike to Work (B2W) mengungkap alasan pencabutan predikat Jakarta sebagai Kota Ramah Sepeda.

Ketua B2W Fahmi Saimima menyebut, alasan utama pencabutan predikat itu lantaran sejak dipimpin Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono, Pemprov DKI dinilai tak konsisten dalam mendukung kegiatan bersepeda.

Kebijakan yang dibuat Heru Budi pun seolah tak menunjukkan keberpihakannya kepada pengendara sepeda.

“Sejak dipimpin Pj Gubernur Heru Budi, kami anggap Pemprov DKI melakukan malapraktik tata kelola, khususnya tentang jalur sepeda,” ucapnya dalam keterangannya, Rabu (8/11/2023).

Fahmi mencontohkan, saat baru menjabat Heru Budi langsung mengusulkan penghapusan alokasi anggaran Rp38 miliar untuk jalur sepeda pada RAPBD 2023.

Di awal 2023, tepatnya di bulan April, Heru Budi juga membongkar pedestrian dan jalur sepeda di pertigaan lampu merah Santa, Jakarta Selatan yang dibangun di era Gubernur Anies Baswedan.

“Mei 2023, 18 ruas jalan di ibu kota juga diaspal ulang dengan dalih menyambut KTT ASEAN, tetapi dengan menutup jalur sepeda yang sudah ada dan tidak dikembalikan seperti semula,” ujarnya.

B2W juga menyoroti pembongkaran stick cone pembatas jalur sepeda yang dilakukan di 13 ruas jalan terproteksi dengan dalih membahayakan pengendara lain pada Oktober 2023.
Pemprov DKI juga tak lagi mengalokasikan anggaran untuk jalur sepeda di tahun 2024 mendatang.
Hal ini dibuktikan dengan keputusan Pemprov DKI yang memasukan program pembangunan jalur sepeda senilai Rp 4.513.936.931 dalam anggaran pengurangan atau pengalihan dan tidak dianggarkan kembali dalam draf pembahasan Raperda APBD Tahun 2024.
“Ini bukti kalau 2024 sudah tidak ada anggaran untuk jalur sepeda,” tuturnya.
Atas dasar itu B2W akhirnya mencabut predikat Jakarta sebagai Kota Ramah Sepeda yang diberikan sejak 2021 lalu saat Gubernur Anies Baswedan memimpin Jakarta.
Sebab, predikat itu awalnya diberikan lantaran Jakarta dinilai mempunyai sistem pembangunan tata kota berbasis keamanan, keamanan, dan kenyamanan yang baik untuk pesepeda. 

Baca artikel menarik lainnya di Google News.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *